Berangkat dari fenomena yang begitu banyak terkait out put dari pembelajaran Tahsin tak selalu seperti yang diharapkan. Dari anak yang tidak memiliki minat untuk belajar, lamanya belajar yang ditempuh, guru yang membosankan dan beberapa problem lainnya, menjadikan pembelajaran AL-Qur’an serasa hal yang tak menarik. Terlebih paradigma yang terbangun di tengah masyarakat bahwa belajar Al-Qur’an hanyalah tradisi budaya agama yang tak begitu diperlukan di masa mendatang. Orang yang mau belajar Al-Qur’an adalah mereka-mereka yang sudah faham akan nilainya bagi pribadi minimalnya. Atau orang terdekatnya yang mengetahui informasi ini lalu mendesak orang terdekatnya untuk mau mempelajari Al-Qur’an. Setiap masing-masing kita menginginkat hal-hal yang bersifat solutif untuk problem seperti ini. Lembaga-lembaga AL-Qur’an bermunculan memberikan insight jalan keluar buat mereka melalui inovasi dan hal kreatif lainnya. Terobosan ini disambut baik oleh para orang tua yang menginginkan anaknya segera mampu mengaji. Hanya saja masih saja banyak diantara pembelajar Al-Qur’an yang belum bisa merasakan perbaikan bacaannya. Oleh karena itu dalam serial ini kami paparkan sedikit Langkah dan tahapan mengajarkan AL-Qur’an, dan ini juga bisa diterapkan dalam mengajarkan Tahsin atau membuat modul bahan ajar Tahsin Huruf hijaiyah Memulai di awal kali dengan mengajarkan nama huruf hijaiyah anak atau peserta didik. Seorang tukang bangunan, kuli dan insinyur harus mengetahui komponen dasar terbentuknya sebuah bangunan. Huruf hijaiyah berharokat (fathah, kasroh, dhommah) Kondisi yang dibilang niscaya jika huruf hijaiyah itu tidak memiliki tanda baca terutama harokat. Ini adalah unsur utama bagaimana huruf-huruf tersebut bisa terbaca. Huruf hijaiyah berharokat berurutan Jika anak didik sudah mengenal semua huruf hijaiyah begitu juga pelafalannya tidak ada yang tertukar, maka Langkah berikutnya adalah mengenalkan dan membiasakan membaca huruf hijaiyah yang terbaca berurutan. Bisa dimulai dari dua huruf ataupun tiga huruf yan g berbeda Huruf hijaiyah bersambung Mayoritas huruf-huruf dalam AL-Qur’an itu bersambung satu dengan yang lain. Maka ajarkan cara baca setiap huruf hijaiyah Ketika bersambung, baik di awal, tengah maupun di akhir. Harokat tanwin Hamper senada dengan harokat dasarnya, tanwin memilik sua khas akhiran huruf N di ujung kata. Ini perlu dikenalkan bentuk dan vocal baca yang tepat. Huruf sukun Kondisi huruf hijaiyah tidak selalu berkharokat fathah, kasroh maupun dhommah. Adakalanya huruf itu dibubuhi tanda baca sukun diatasnya. Tanda baca sukun memiliki kekhasan tiap huru hijaiyah, maka pengajar harus mampu mencotohkan cara baca sukun yang baik dan benar Hukum ghunnah(dengun) Setelah anak mampu membaca huruf hijaiyah dengan berbagai kondisi, berikutnya ajarkan anak didik kondisi-kondisi dimana harus mendengaungkan bacaan. Akan tetapi ingat ajarkan dan tekankan cara baca terlebih dahulu, tidak usah terlalu panjang membahas teori Hukum Mad(panjang) Selanjutnya ajarkan cara baca panjang, paparkan kapan huruf hijaiyah dibaca panjang, ajarkan lama durasi dan cara menghitung durasinya Ghorib Ada beberapa kata Al-Qur’an yang disana memiliki cara baca yang khusus. Kata-kata tersebut memiliki perbedaan dengan cara baca kaidah umum. Penyempurnaan tajwid Pembahasan tajwid dibahas di tahap ini, walaupun sebelumnya sudah dipraktekan dalam tahapan sebelumnya. Tahap ini adalah pendalaman teori tajwid. Makhorijul huruf Pengenalan teori tempat keluar huruf hijaiyah. Sembari dikuatkan cara baca yang tepat Sifat huruf Mengetahui tempat keluar huruf hijaiyah saja tidak cukup untuk membaca dengan baik. Butuh mengetahui karakteristik setiap huruf hijaiyah. Maka pengajar mendiktekan tiap huruf hijaiyah dengan sifat-sifatnya.